Entri yang Diunggulkan

alasan mencintai

*Aku bisa jadi diriku sendiri kalau aku sama kamu *senang hanya berdua *Karena kamu bikin aku senang, senang, senang, senang yang ga pernah ...

Rabu, 09 Februari 2011

hutan lindung

Panas Bumi Indonesia meningkat 

Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Berdasarkan hasil survei Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, saat ini potensi panas bumi telah bertambah hingga mencapai angka 29.038 Megawatt.

"Bertambah sekitar 1000 megawatt berdasar hasil survei," kata Direktur Panas Bumi Kementerian Energi, Sugiharto Harsoprayitno, Selasa (29/3). Sebelumnya potensi panas bumi nasional berada di kisaran angka 28.000 Mw dengan total lokasi di 276 titik yang tersebar di Jawa, Sumatra, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sayangnya walaupun 40 persen potensi panas bumi dunia berada di Indonesia, dalam hal pengembangan dan pemanfaatan energi, Indonesia masih berada di peringkat ke 4. "Baru 1.189 Megawatt kapasitas listrik terpasang dari panas bumi yang telah dioptimalkan atau sekitar 4 persen dari potensi," jelas Sugiharto.

Padahal, apabila seluruh potensi panas bumi tersebut dapat terpasang menjadi listrik diperkirakan akan mampu menghemat pemakaian minyak hingga 12 miliar barel untuk pemakaian selama 30 tahun kedepan.

Pengembangan panas bumi di Indonesia berjalan tersendat karena terdapat beberapa kendala. Salah satunya adalah lokasi panas bumi yang 70 persennya saat ini berada di dalam kawasan konservasi dan hutan lindung."Peraturan perundangan kan melarang pertambangan di dalam kawasan konservasi," kata dia.

Selain itu, pembeli listrik panas bumi juga masih dipegang tunggal oleh PT. PLN. Sehingga, pemilik modal yang ingin mengembangkan energi panas bumi selalu meminta jaminan kepada pemerintah terlebih dahulu untuk kepastian pembelian listrik oleh PLN. "Sekarang kan sudah ada Peraturan Menteri tentang Penugasan kepada PLN untuk beli panas bumi hasil pengembang, jadi kedepannya kita harapkan sudah bisa membuka jalan untuk kemajuan energi ini," jelasnya.