Entri yang Diunggulkan

alasan mencintai

*Aku bisa jadi diriku sendiri kalau aku sama kamu *senang hanya berdua *Karena kamu bikin aku senang, senang, senang, senang yang ga pernah ...

Rabu, 02 Mei 2012

Al-Qur’an Sesuai Dengan Kebutuhan Manusia

Al-Qur’an Sesuai Dengan Kebutuhan Manusia Al-Qur'an terungkap/ mucul di sebuah negara yang didirikan berdasarkan beban Jahiliyah. Kejahiliyaan tersebut telah mengajarkan penyimpangan dan perundang-undangan yang salah arah dan bermoral rendah, sedangkan masyarakatnya berasal dari wilayah yang terpisah yang tidak memperhatikan kebajikan untuk menyatukan barisan mereka maupun mengikat kepentingan ekonomi mereka, melainkan mewariskan kebencian dan permusuhan mereka sendiri untuk memicu perang, selain itu mereka juga menganiaya hak wanita demi kepuasan sesaat, orang-orang bebas mencuri tanpa hak, pikiran mereka terkendali, bahkan membatasi ide-ide mereka. Harapan terdahulu yaitu untuk menemukan unsur dan alasan kehancuran dan kehilangan dari hubungan suatu bangsa dimanapun bangsa terguncang di bawahnya dan mengejar pendekatan tersebut untuk berhasil, sebaliknya, masing-masing dan setiap alasan ini saja sudah cukup untuk hilangnya bangsa, jika demikian bagaimana jika semua berjuang untuk suatu tujuan dan untuk mengumpulkan kebijaksanaan Allah dalam semua alasan kaumnya. Maka untuk mengajarkan kepada seluruh manusia, bahwa Al-Qur’an ketika mengangkat bangsa ini dengan alasan tersebut adalah untuk menyelamatkan orang lain, dan saya menghargai jika kebodohan dihapus menjadi contoh agama Islam yang sempurna!!. Pada masa jahiliyah orang-orang menyembah berhala dan mereka menyembah untuk sebuah kurma dan kemudian mereka memakannya, jika padang gurun memilih untuk menempatkan empat batu maka tiga darinya ditempatkan sebagai kekuatan/kekuasannya, dan mengmbil yang keempat sebagai Tuhan. Mereka memberikan urusan dan kehidupannya untuk berhala yang tidak merugikan ataupun menguntungkan mereka, dan semua itu adalah suatu kebodohan. Masyarakat didasarkan pada perbedaan dalam berpihak dan bersosial, diferensiasi (perbedaan) di antara mereka berdasarkan silsilah keturunan, maka para penyair menyindir suku-suku yang tidak adil sehingga orang-orang menundukkan kepala mereka dengan rasa malu yang kemudian terjadi balas dendam diantara penyair dan sukunya ... hal Ini adalah suatu kebodohan. Bukankah kemudian diantara mereka politik dalam negeri berdasarkan keadilan dan kesetaraan yang benar, mempertimbangkan kebajikan dan menghindari kejahatan, dan bukan pula kebijakan luar negeri menghubungkan mereka ke negara tetangga dan menjaga hak-hak warga negara disana, akan tetapi pemimpin mereka pergi ke negara tetangga yang kemudian masuk ke tempat rajanya, seperti saat mereka memasuki orang lain. Kepentingan ekonomi tidak mengikat mereka, hanya saja mereka memakan riba dua kali lipat, yang kuat memakan yang lemah. seluruh ekonomi mereka menuju ke Syam (Levant) ketika musim panas dan menuju ke Yaman ketika musim dingin, perekonomian merekapun tidak berkembang, dan tidak ada seorangpun yang berpikir untuk bercocok tanam dan berindustri, ini adalah kebodohan. Seorang perempuan tahu apa yang dibeli, dijual, dan apa yng disumbangkan, bakan apa yang diwariskan seperti mewarisi binatang ternak, yang tidak memiliki hak untuk mengetahui dan tidak menghormati pemikirannya... ini adalah kebodohan. Pukulan itu untuk menyalakan di antara mereka tentang hal-hal yang kecil, akan tetapi peperangan tidak padam selama berabad-abad. Al-Quran diturunkan ketika mereka dalam kebodohan, kemudian datang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perbaiki akidah dengan tauhid, mengingat prinsip dan kebangkitan, memperbaiki ibadah mereka dengan petunjuk yang menggerakkan jiwa dan membersihkan hati, dan memperbaiki moralitas (perilaku) antara kebajikan dan keburukannya yang terungkap, dan memperingatkan masyarakat untuk menghilangkan perbedaan sosial, manuntun mereka dalam ketakwaan (tidak ada kebajikan/keutamaan bagi orang Arab ketika dicoba/diuji kecuali dengan takwa) dan memperbaiki kebijakan negara dalam pemerintahan Islam yang adil, dan juga pembentukan hubungan politik melestarikan hak-hak mereka di luar negeri. Dengan memperbaiki keungan dan perekonomian maka diperintahkan untuk mengeluarkan zakat dan amal, dan dilarang melakukan riba, dan mendorong pada pertanian, industri, profesi, pekerjaan, produksi, dan waspada terhadap pengangguran. Dan memberikan hak kepada mereka (perempuan) dalam keuangan, pembelian, penjualan, pemilihan pasangan, warisan, dan sebagainya. Sehingga kedudukannya tidak seperti yang diberikan di seluruh masyarakat dan seluruh agama. Dengan perkembangan kondisi perang dan prinsip-prinsip yang luas beserta tujuannya, maka diperintahkan untuk memenuhi perjanjian yang memberikan dampak perdamaian, dan memberikan penghargaan sebagai upaya pencegahan, memerintahkan orang yang keras kepala untuk berjihad (berusaha), bagi kaum Muslim diperbolehkan mengambil harta dan barang rampasan, dan menyerukan untuk membebaskan budak dan membuat kafarat untuk sumpahnya, dan mendesak budak untuk membebaskan dan memperingatkan mereka dari ketidakadilan, penindasan dan perbudakan secara tidak adil. Puncak dari hal ini datang dari sebuah kebebasan. Yang mana kebebasan yang sebenarnya tidak dipahami oleh sebagian orang karena mereka bebas menghadapi peraturan-peraturan untuk keselamatan mereka sendiri dan bebas dalam memenuhi keputusan Tuhan dan keputusan masyarakat, didalam agama (Islam) juga melarang umatnya melakukan kekerasan, sehingga Rasul diutus untuk memberi peringatan, seperti yang telah di jelaskan dalam Al-Qur’an: “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan, kamu bukanlah orang yang kuasa atas mereka”. {Al-Gasyiyah:21-22} Ketika orang-orang berkomitmen dengan suatu prinsip maka komunitas mereka berubah menjadi lebih baik dari pada abad-abad sebelumnya seperti dalam sekejab mata mereka menjadi generasi yang terbaik, dan itu semua hanya kerena untuk menyesuaikan masyarakat mereka. Komunitas sebelum dan sesudahnya masih didirikan berdasarkan beban ketidaktauhan mereka, dan mereka menderita dengan adanya bencana ini, sehingga komunitas mereka menderita pula dengan adanya penyebaran kejahatan, penyebaran alkohol, narkoba, perzinahan yang merajalela dan kerusakan-kerusakan moral, dan menderita golongan neurologis, pemisahan politik, masalah ribah dan ekonomi, penganiayaan hak perempuan, dan menyebarnya penjualan anak, budak, dan masyarakat menderita karena peperangan dan terbelenggu dalam pembatasan negara dan mereka juga di penjara tanpa alasan tetapi untuk memaksa mereka untuk mengatakan apa yang harus mereka katakan. Negara-negara kuat telah mencoba menyeimbangkan kekuatan fisik untuk menghilangkan masalah antara satu sama lain, dan menghabiskan jutaan untuk mengobati kelemahan satu sama lain. Mereka masih berebut dalam undang-undang dan kemudian mereka mulai kembali dan menuntut kembali apa yang mereka ketahui dari sebuah kebenaran. Dan penderitaan dunia adalah didalam perekonomian, dari masalah kaya dan miskin, bukanlah orang kaya yang dapat menentukan rencananya ketika kotanya mengalami kebangkrutan, dan bukanlah orang miskin yang mampu membayar utangnya, bahkan dia kelelahan dan kelaparan sehingga tidak mampu untuk mengangkat tangannya. Semua ini sudah ditangani oleh Al-Qur’an jika mereka mengetahui. Dibahas dalam masyarakat sebelum Islam dalam perkumpulan/himpunan untuk mengobati sikap permusuhan seseorang yang lebih mampu. Dalam bukti terbesar, terkuat, dan bukti yang jelas bawah Al-Qur’an memenuhi seluruh kebutuhan umat manusia, jika mereka mengerti.