Entri yang Diunggulkan

alasan mencintai

*Aku bisa jadi diriku sendiri kalau aku sama kamu *senang hanya berdua *Karena kamu bikin aku senang, senang, senang, senang yang ga pernah ...

Senin, 16 April 2012

ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ

ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ A. Pengertian ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ adalah mendatangkan makna dengan ibarat yang lebih banyak serta berfaedah. Contoh: ﺭﺏ إﻧﻰ ﻭﻫﻥ ﺍﻟﻌﻅﻡ ﻣﻧﻰ ﻭ ﺍﺷﺗﻌﻝ ﺍﻟﺭﺃﺱ ﺷﯾبا “Wahai Tuhan, rapuh sudah tulangku ini dan rambutpun telah beruban” Yang dimaksudnya adalah “Aku sudah tua”. B. Hal-hal yang mengharuskan ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ 1. Menetapkan makna 2. Menjelaskan maksud 3. Taukid 4. Menolak salah faham C. Pembagian ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ ﺍﻹﻁﻧﺎﺐ terjadi dengan beberapa masalah antara lain: 1. ﺫﻛﺭ ﺍﻟﺧﺎﺹ ﺑﻌﺩ ﺍﻟﻌﺎﻡ (menyebutkan yang khusus setelah yang umum) Contoh: ﺍﺟﺗﻬﺩﻭﺍ ﻓﻰ ﺩﺭﻭﺳﻛﻡ ﻭ ﺍﻟﻟﻐﺔ ﺍﻟﻌﺭﺑﻳﺔ 2. ﺫﻛﺭ ﺍﻟﻌﺎﻡ ﺑﻌﺩ ﺍﻟﺧﺎﺹ (menyebutkan yang umum setelah yang khusus) Contoh: ﺭﺏ ﺍﻏﻓﺭ ﻟﻰ ﻭﻟﻭﺍﻟﺩﻱ ﻭ ﻟﻣﻥ ﺩﺧﻝ ﺑﻳﺗﻰ ﻣﺅﻣﻧﺎ ﻭ ﻟﻟﻣﺅﻣﻧﻳﻥ ﻭ ﺍﻟﻣﺅﻣﻧﺎﺕ 3. ﺍلإﻳﺿﺍﺡ ﺑﻌﺩ ﺍلإﺑﻬﺎﻡ (menjelaskan sesuatu setelah disamarkan) Contoh: ﺍﻣﺩﻛﻡ ﺑﻣﺎ ﺗﻌﻟﻣﻭﻥ ﺍﻣﺩﻛﻡ ﺑﺄﻧﻌﺎﻡ ﻭ ﺑﻧﻳﻥ 4. ﺍﻟﺗﻛﺭﻳﺭ ﻟﻐﺭﺽ (diulang-ulang karena ada tujuan) Seperti: a. Jauh terpisah (antara ﺍﺳﻡ ﺍﻥ dengan khobarnya) Contoh: ﻭ ﺇﻥ ﺍﻣﺭﺃ ﺩﺍﻣﺕ ﻣﻭﺍﺛﻳﻕ ﻋﻬﺩﻩ # ﻋﻟﻰ ﻣﺛﻝ ﻫﺫﺍ ﺇﻧﻪ ﻟﻛﺭﻳﻡ “Dan sesungguhnya seseorang yang tetap dipercaya janjinya oleh sesamanya ia adalah orang yang mulia” b. ﺯﻳﺎﺩﺍﺓ ﺍﻟﺗﺭﻏﻳﺏ (menambah senang dimaafkan) Contoh: ﺍﻥ ﻣﻥ ﺍﺯﻭﺍﺟﻛﻡ ﻭ ﺍﻭﻻﺩﻛﻡ ﻋﺩﻭﺍ ﻟﻛﻡ ﻓﺎﺣﺫﺭﻭ ﻫﻡ ﻭ ﺍﻥ ﺗﻌﻓﻭﺍ ﻭ ﺗﺻﻓﺣﻭﺍ ﻭ ﺗﻐﻓﺭﻭﺍ ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻟﻪ ﻏﻓﻭﺭ ﺭﺣﻳﻡ Kata yang bergaris bawah diulangi padahal maknanya sama karena untuk menambah senang dimaafkan. c. ﺗﺄﺩﻳﺔ ﺍلإﻧﺫﺍﺭ (menambah hati-hati) Contoh: ﻛﻼ ﺳﻭﻑ ﺗﻌﻟﻣﻭﻥ ﺛﻡ ﻛﻼ ﺳﻭﻑ ﺗﻌﻟﻣﻭﻥ 5. ﺍلاعترﺍض (memasukkan lafadh/ ﺟﻣﻟﺔditengah-tengah bagian jumlah atau diantara dua jumlah yang berkaitan makna karena ada tujuan) Contoh: ﺍﻥ ﺍﻟﺛﻣﺎﻧﻳﻥ ﻭ ﺑﻟﻐﺗﻬﺎ # ﻗﺩ ﺍﺣﻭﺟﺕ ﺳﻣﻌﻰ ﺍﻟﻰ ﺗﺭﺟﻣﺎﻥ “Sesungguhnya umur 80 tahun telah dilampaukan Allah padamu, sungguh pendengaranku membutuhkan penerjemah” Lafadh ﻭﺑﻟﻐﺗﻬﺎ adalah jumlah ﻣﻌﺗﺭﺿﻪ dengan tujuan do’a agar seorang minta panjang umur. 6. ﺍﻟﺗذييل (meruntutkan satu jumlah pada yang lain yang sudah terkandung maknanya karena sebagai pengokoh jumlah tersebut) a. Adakalanya berlaku seperti (ﻣﺛﻝ) karena memberikan makna tersendiri dan tidak butuh pada kalimat sebelumnya. Contoh: ﻭ ﻗﻝ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﺣﻕ ﻭ ﺯﻫﻕ ﺍﻟﺑﺎﻁﻝ ﺇﻥ ﺍﻟﺑﺎﻁﻝ ﻛﺎﻥ ﺯﻫﻭﻗﺎ b. Adakalanya tidak berlaku seperti (ﻣﺛﻝ) karena memberikan makna tersendiri dan tidak butuh pada kalimat sebelumnya. Contoh: ﺫﻟﻙ ﺟﺯﻳﻧﺎ ﻫﻡ ﺑﻣﺎ ﻛﻓﺭﻭﺍ ﻭ ﻫﻝ ﻧﺟﺎﺯﻯ ﺇﻻ ﺍﻟﻛﻓﻭﺭ “Mereka ahli Saba’ dibalas siksa oleh Allah dengan banjir dan merubah perkebunan mereka sebab kekufurannya” 7. ﺍﻻﺣﺗﺭﺍﺱ (mendatangkan kalam yang menolak adanya kesalah fahaman) Contoh: ﻓﺳﻗﻰ ﺩﻳﺎﺭﻙ ﻏﻳﺭ ﻣﻓﺳﺩ ﻫﺎ # ﺻﻭﺏ ﺍﻟﺭﺑﻳﻊ ﻭ ﺩﻳﻣﺔ ﺗﻬﻣﻰ “Hujan dimusim semi telah menyiram desamu dan hujan lebatpun membanjirinya, tanpa merusaknya”