Entri yang Diunggulkan

alasan mencintai

*Aku bisa jadi diriku sendiri kalau aku sama kamu *senang hanya berdua *Karena kamu bikin aku senang, senang, senang, senang yang ga pernah ...

Senin, 16 April 2012

DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

BAB II PEMBAHASAN 2.1. DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum merupakan sesuatu hal yang dapat terjadi kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan yang terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan sesuatu yang harus ditanggapi dan dipertimbangkan dalam proses pengembangan kurikulum di setiap jenjang pendidikankondisi masa sekarang dan kecenderungan yang terjadi di masa yang akan datang memerlukan persiapan dari generasi muda dan peserta didik yang memiliki kompetensi multidimensional. Mengacu pada hal tersebut, pengembangan kurikulum harus mampu mengantisipasi segala hal yang dihadapi masa sekarang dan yang akan datang. Unruh & Unruh mengemukakan definisi pengembangan kurikulum yaitu: Curriculum Development: problems, proces, and progress is aimed at contemporary circumtanses and future projection” . Berdasar pengertian diatas maka pengembangan kurikulum lebih menekankan pada contoh dan alternatif nyata yang terispirasi dari beberapa ide, tidak hanya sekedar abstraksi yang mendominasi penulisan kurikulum. Diantara dasar-dasar pengembangan kurikulum yang perlu menjadi catatan penting, yakni: a. Kurikulum disusun untuk mewujudkan sistem belajar nasional. b. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengan pendekatan kemampuan. c. Kurikulum harus sesuai dengan ciri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan. d. Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dan dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan. e. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversivikasi, sesuai dengan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik dan tuntutan pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan. f. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan tuntutan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni. g. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara, sesuai dengan tuntutan lingkungan dan budaya setempat. h. Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, ketrampilan belajar, kewirausahaan, ketrampilan hidup, yang berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan. 2.2. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum yang baik harus menyesuaikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. Berorientasi pada tujuan Pengembangan kurikulum diarahkan untukk mencapai tujuan tertentu, yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan nasional. Tujuankurikulum mengandung aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilaiyang selanjutnya menumbuhkan perubahan tingkah laku peserta didik, serat bertalian langsung denagn aspek yang terkandung dalam tujuaan pendidikan nasional b. Relevansi dengan kebutuhan Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevan dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa, serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisien dalam pendayagunaan dsana, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang maksimal. d. Fleksibilitas Kurikulum dikembangkan harus luwes mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi, dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat,jadi tidak statis atau kaku. e. Berkesinambungan Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artnya bagian-bagian, aspek-aspek, materi, dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikan, tingkat perkembangan siswa. f. Keseimbangan Penyusunan kurikulum supaya memperhatikan keseimbangan secara proporsional dan fungsional antara berbagai program dan sub program antara semua matapelajaran, dan antara aspek-aspek perilaku yang ingin dikembangkan g. Keterpaduan Kurikulum dirancang dan dilaksanakan dengan keterpaduan, melibatkan semua pihak baik di lingkungan sekolah maupun pada tingkat intersektoral. Disamping itu juga dilaksanakan keterpaduan dalam proses pembelajaran, baik dalam interaksi antara siswa dan guru maupun antara teori dan praktik h. Bermutu Pengembangan kurikulum berorientasi pada pengembangan mutu dan mutu pendidikan. Pendidikan mutu berarti pelaksanaan pendidikan yang bermutu, sedang mutu pendidikan berorientasi pada hasil pendidikan yang berkualitas. 2.3. DESAIN & POLA KURIKULUM Yang di maksud desain adalah rancangan, pola, atau model. Mendesain kurikulum berarti menyusun rancangan atau menyusun model kurikulum sesuai dengan misi dan visi sekolah. Beberapa model kurikulum : a. Desain Kurikulum Disiplin Ilmu Menurut Longstreet (1993) desain kurikulum ini merupakan desain kurikulum yang berpusat kepada pengetahuan (the knowledge centered design) yang di rancang berdasarkan struktur disiplin ilmu, oleh karena itu desain ini di namakan juga model kurikulum subjek akademis yang penekanannya di arahkan untuk pengembangan intelektual siswa. Para ahli memandang desain kurikulum ini berfungsi untuk mengembangkan proses kognitif atau pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui latihan menggunakan gagasan dan melakukan proses penelitian ilmiah (McNeil, 1990). Model kurikulum yang berorientasi pada pengembangan kurikulum siswa, dikembangkan oleh para ahli mata pelajaran sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Mereka menyusun materi pembelajaran apa yang harus dikuasai oleh siswa baik menyangkut data dan fakta, konsep maupun teori yang ada dalam setiap disiplin ilmu mereka masing-masing. Materi pembelajaran tentu saja di susun sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Selain menentukan materi kurikulum, juga para pengembang kurikulum menyusun bagaimana melakukan pengkajian materi pembelajaran melalui proses penelitian ilmiah sesuai dengan corak atau masalah yang terkandung dalam disiplin ilmu. Dalam implementasinya, strategi yang banyak di gunakan adalah strategi ekspositori. Salah satu contoh kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu atau disebut juga kurikulum subjek akademis adalah Man: a Course of Study (MACOS), yang dirancang untuk memperbaiki proses perbaikan pengajaran ilmu-ilmu social dan humanistis. Tujuan utama kurikulum MACOS adalah perkembangan intelektual, yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dengan memberikan serangkain cara kerja yang memungkinkan anak mampu menganalisis kehidupan social walaupun dengan cara sederhana. b. Desain Kurikulum Berorientasi Pada Masyarakat Asumsi yang mendasari bentuk rancangan kurikulum ini adalah, bahwa tujuan dari sekolah adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan masyarakat harus dijadikan dasar dalam menentukan isi kurikulum. Contoh desain kurikulum ini seperti yang di kembangkan oleh smith, Stanley,dan Shores dalam buku mereka yang berjudul Fundamentals of Curriculum (1950); atau dalam Curriculum Theory yang disusun oleh Beauchamp (1981). Mereka merumuskan kurikulum sebagai sebuah desain kelompok social untuk dijadikan pengalam belajar anak di dalam sekolah. Artinya permasalahan yang dihadapi dan dibutuhkan oleh suatu kelompok social, harus menjadi bahan kajian anak didik di sekolah. c. Desain Kurikulum Berorientasi Pada Siswa Asumsi yang mendasari desain ini adalah bahwa pendidikan diselenggarakan untuk membantu anak didik. Oleh karenanya, pendidikan tidak boleh terlepas dari kehidupan anak didik. Kurikulum yang berorientasi pada siswa menekankan kepada siswa sebagai sumber isi kurikulum. Segala sesuatu yang mnjadi isi kurikulum tidak boleh terlepas dari kehidupan siswa sebagai peserta didik. Anak didik adalah manusia yang sangat unik. Mereka memiliki karakteristik tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan anak adalah mahluk yang sedang berkembang, yang memiliki minat dan bakat yang beragam. Kurikulum harus di sesuaikan dengan irama perkembangan mereka. Dalam mendesain kurikulum yang berorientasi pada siswa, Alice Crow(Crow & Crow, 1955) menyarankan hal-hal sebagai berikut: 1. Kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan anak. 2. Isi kurikulum harus mencangkup keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dianggap berguna untuk masa yang akan datang. 3. Anak hendaknya ditempatkan sebagai subjek belajar yang berusaha untuk belajar sendiri. 4. Diusahakan apa yang dipelajari siswa sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat perkembangan mereka. d. Desain Kurikulum Teknologis Model desain kurikulum teknologi difokuskan kepada efektifitas program, metode dan bahan-bahan yang dianggap dapat mencapai tujuan. Desain sistem intruksional menekankan kepada pencapaian tujuan yang mudah diukur, aktivitas, dan tes, serta pengembangan bahan-bahan ajar. Teknologi memengaruhi kurikulum dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi penerapan hasil-hasil teknologi dan penerapan teknologi sebagai suatu sistem. Sisi pertama yang berhubungan dengan penerapan teknologi adalah perencanaan yang sistematis dengan mengguknakan media atau alat dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan alat tersebut semata-mata untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. dengan penerapan hasil-hasil teknologi sebagai alat, diasumsikan pembelajaran akan lebih berhasil secara efektif dan efisien. Teknologi sebagai suatu sistem, menekan kan kepada penyusunan program pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem yang ditandai dengan perumusan tujuan khusus sebagai tujuan tingkah laku yang harus dicapai. Proses pembelajaran di arahkan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran itu diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai atau mencapai tujuan khusus tersebut. Jadi, penerapan teknologi sebagai suatu sistem itu tidak di tentukan oleh penerepan hasil-hasil teknologi akan tetapi bagaimana merancang implementasi kurikulum dengan pendekatan sistem. Menurut McNeil (1990), tujuan kurikulum teknologis di tekankan kepada pencapain perubahan tingkah laku yang dapat diukur. Semua siswa di harapkan dapat menguasai secara tuntas tujuan pengajaran yang telah di harapkan. Sebagaimana tujuan pembelajaran yang ingin di capai, maka organisasi bahan pelajaran dalam kurikulum teknologis memiliki ciri-ciri: Pertama : pengorganisasian materi kurikulum berpatokan pada rumusan tujuan. Kedua : materi kurikulum disusun secara berjenjang. Ketiga : materi kurikulum disusun dari mulai yang sederhana menuju yang kompleks. Selanjutnya untuk efektivitas dan keberhasilan implementasi kurikulum teknologi hendaklah memprhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Kesadaran akan tujuan, artinya siswa perlu memahami bahwa pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu siswa perlu diberi penjelasan akan tujuan apa yang harus dicapai. 2. Dalam penbelajaran siswa diberi kesempatan mempraktikkan kecakapan sesuia dengan tujuan. 3. Siswa perlu diberi tahu hasil yang dicapai. Dengan demikian siswa perlu menyadari apakah pembelajaran sudah dianggap cukup atau masih perlu bantuan. BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN Pengembangan kurikulum harus mampu mengantisipasi segala hal yang dihadapi masa sekarang dan yang akan datang. Disamping itu pengembangan kurikulum lebih menekankan pada contoh dan alternatif nyata yang terispirasi dari beberapa ide, tidak hanya sekedar abstraksi yang mendominasi penulisan kurikulum. Kurikulum yang baik harus menyesuaikan berdasarkan prinsip-prinsip berorientasi pada tujuan, relevansi dengan kebutuhan, efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan, fleksibilitas, berkesinambungan, keseimbangan, keterpaduan dan bermutu. Kurikulum yang baik harus didesain sesuai dengan visi misi sekolah tersebut. Beberapa desain kurikulum, desain kurikulum disiplin ilmu, desain kurikulum berorientasi pada masyarakat, desain kurikulum berorientasi pada siswa, desain kurikulum teknologis. DAFTAR PUSTAKA Hamalik, Oemar.Manajemen Pengembangan Kurikulum, 2007. Bandung: Remaja Rosdakarya Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran, 2007. Jakarta: Bumi Aksara Unruh, G.G & Unruh, A. (1984). Curriculum Development. Berkeley, California: McCuthan Publishing, CO Wina, Sanjaya. Kurikulum dan pembelajaran, 2009. Jakarta: Kencana